Piala Kemenangan
0
Ketika bumi hangat membara
Waktu itu jantungnya bersuara
Gelora api sebagai petanda
Sang Lahar mula mengembara
Kepulan asap menghiasi udara
Bersiap sedia untuk membuka
Segala ruang titisan yang ada
Dipenuhi warna merah menyala.
Tatkala itu Si Gunung berkata
“Wahai manusia berserahlah semua!”
Seperti arus derasnya ia
Ingin merangkul semua di dunia…
Apakah ia menandingi segala,
Membakar, menjilat, mencemar yang lara?
Hai Si Gunung, Hai Sang Lahar
Apakah kemenangan akhirnya tercipta?
Namun…
Mengapa kemenangan itu seolah-olah
Membuatkanku berasa hiba
Menyaksikan manusia terus berduka
Walaupun mereka membuatku sengsara?
Ku melambai dedaun asmara
Tetapi hanya airmata tercurah
Ketahuilah! Kehadiranku disingkir manusia
Pembangunan sebagai impian mereka.
Ledakan Si Gunung dan racun Sang Lahar
Bererti kemenangan dalam takhta
Pastinya kebahagiaan telah dijana
Walaupun ku tahu ada yang kalah
Piala kemenangan sudah tersedia
Tiada tersimpul siapakah Juara
Namun tetap hatiku berahsia
Akankah berulang segala sengketa?

